Pemanfaatan Artificial Intelligence Secara Bijak dan Benar: Pertemuan Rutin Tuba Falopii ke-4 Dosen Kebidanan FK Unesa

Pada pertemuan Tuba Falopii rutin
ke-4 yang dilaksanakan di ruang Moertiningrum Doerjadibrata, lantai 2 Fakultas
Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (Unesa), seluruh dosen sarjana dan
profesi bidan hadir dengan penuh antusias untuk mendalami tema yang sangat
relevan saat ini, "Mendalami Artificial Intelligence (AI)." Kegiatan
yang berlangsung selama 90 menit ini dimulai pukul 09.00 WIB dan menjadi salah
satu agenda rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para dosen
dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan modern.
Acara dimulai dengan pembukaan
oleh moderator yang menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi, khususnya AI,
dalam dunia pendidikan kebidanan. Pemateri utama dalam kegiatan ini, Qatrunnada
Naqiyyah Khusmitha, S.Keb., Bd., M.Keb., seorang dosen muda dengan keahlian di
bidang teknologi pendidikan, memberikan paparan yang komprehensif selama 30
menit pertama. Ia menjelaskan mengenai dasar-dasar kecerdasan buatan, sejarah
perkembangan teknologi ini, serta berbagai aplikasi praktis yang dapat
diterapkan di dunia pendidikan kebidanan, mulai dari analisis data kesehatan
hingga simulasi proses persalinan berbasis AI.
Dalam pemaparannya, Qatrunnada
juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan AI dalam proses pembelajaran agar
mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan
teknologi yang akan menjadi bagian dari dunia kerja mereka di masa depan.
"Penerapan AI di bidang kesehatan dan pendidikan kebidanan adalah peluang
yang sangat besar, namun kita harus tetap bijak dalam memanfaatkannya,"
ujarnya.
Setelah sesi pemaparan, diskusi
mendalam dimulai, dengan fokus pada bagaimana AI dapat digunakan secara bijak
dan benar dalam mendukung pembelajaran. Para dosen terlibat aktif dalam
bertanya dan berbagi pendapat, terutama mengenai etika penggunaan AI dalam
pengajaran, bagaimana teknologi ini bisa diadaptasi tanpa menggantikan peran
manusia secara penuh, dan potensi risiko yang mungkin timbul jika tidak
diterapkan dengan benar.
Beberapa dosen menyoroti
pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pendekatan
personal dalam pendidikan kebidanan, mengingat interaksi langsung dengan pasien
dan calon ibu tetap menjadi kunci utama dalam profesi ini. Mereka juga membahas
bagaimana AI dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran praktik klinis,
terutama di era digitalisasi yang terus berkembang.
Kegiatan ini diakhiri dengan
kesimpulan bahwa AI adalah alat yang sangat potensial jika digunakan dengan
tepat. Para dosen sepakat untuk terus mengikuti perkembangan teknologi ini dan
memanfaatkan hasil diskusi dalam pembelajaran sehari-hari, dengan tetap
mempertahankan nilai-nilai etika dan profesionalisme yang menjadi dasar dalam
dunia kebidanan.
Pertemuan Tuba Falopii ini tidak hanya menambah wawasan mengenai teknologi, tetapi juga memperkuat kerja sama dan diskusi yang konstruktif antar dosen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Fakultas Kedokteran Unesa.