Pelatihan Publikasi untuk Meningkatkan Pemahaman Strategi Publikasi dalam Menembus Jurnal Internasional Bereputasi

Salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yang menjadi tugas
wajib dosen adalah penelitian. Kebermanfaatan penelitian itu sendiri berawal
dari hasil penelitian yang dipublikasikan. Oleh karenanya, publikasi menjadi
hal yang sangat penting untuk dikuasai baik secara teori maupun praktik. Senin,
11 November 2024 Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas
Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan Pelatihan Publikasi untuk
Meningkatkan Pemahaman Strategi Publikasi dalam Menembus Jurnal Internasional
Bereputasi. Kegiatan ini diinisiasi oleh salah satu dosen yaitu Meike Tiya
Kusuma, S.Si., M.Biomed. Sebagai implementasi dari Rancangan Aktualisasi Latsar
CPNS 2024. Kali ini Prodi S1 Kebidanan berkolaborasi dengan lembaga
pendampingan publikasi yang sudah berpengalaman yaitu KLINIKJURNAL (https://klinikjurnal.com/).
Topik yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Mengenal
Publikasi Internasional Bereputasi dan Tips dan Trik Agar Cepat Accepted.”
Pemateri dalam pelatihan ini yaitu Dr. Rama Oktavian, Dosen S1 Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Beliau sudah sangat berpengalaman dalam
bidang publikasi artikel baik di jurnal nasional maupun internasional
bereputasi. Terbukti, beberapa karyanya telah berhasil dipublikasikan di
jurnal-jurnal internasional bereputasi di bawah publisher bergengsi
seperti Springer, Elsevier bahkan Springer Nature.
Koordinator program studi (koorprodi) S1 Kebidanan Bd.
Karunia Wijayanti, S.Keb., M.HPE. dalam sambutannya menyampaikan bahwa adanya
kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan publikasi artikel di jurnal
nasional maupun internasional bereputasi. Harapan setelah adanya kegiatan ini,
jumlah publikasi di kalangan dosen meningkat. Hal ini bertujuan untuk
meningkatkan capaian Indikator Kerja Utama (IKU) program studi, fakultas maupun
universitas.
Tips dan trik publikasi di jurnal internasional bereputasi
ini menjadi isu yang sangat penting untuk dibahas, mengingat proses publikasi
di jurnal internasional tidak semudah mempublikasikan artikel di media sosial
atau media massa online pada umumnya. Penemuan jurnal yang sesuai dengan
bidang keilmuan (scope), adanya proses review yang ketat serta
visualisasi gambar yang bagus dan mendetail menjadi pokok bahasan (highlight)
yang ditekankan oleh Pak Rama. Alumni
Doktoral University of Sheffield, United Kingdom tersebut juga menuturkan bahwa
penolakan (rejection) dari sebuah jurnal belum tentu menjadi penentu
kualitas dari artikel. Adanya penolakan oleh editor jurnal dimungkinkan oleh
banyak hal seperti ketatnya proses seleksi, bidang kajian jurnal yang terlalu
spesifik atau bahkan panjangnya antrian publikasi di jurnal target.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut tidak terasa panjang karena topik bahasannya sangat bermanfaat. Selain itu, antusiasme dan partisipasi Dosen Program Studi S1 Kebidanan yang sangat tinggi menambah sesi diskusi terasa lebih aktif dan hidup. Dosen-dosen saling sharing seputar pengalaman maupun kendala yang dialami selama proses publikasi. Di penghujung kegiatan, salah satu pesan Pak Rama adalah bahwa para dosen harus tetap semangat untuk meneliti dan mempublikasikan karyanya di jurnal bereputasi demi menjaga integritas akademik.
