Kiat Sukses Tembus Jurnal Scopus

Scopus sebagai penyedia database publikasi
penelitian dari seluruh dunia yang dinaungi oleh publisher ternama Elsevier
menjadi tujuan utama para peneliti untuk publikasi. Selain itu, Scopus memuat
literatur yang kredibel maupun hak paten dari para peneliti. Scopus juga
menyediakan layanan untuk menentukan signifikansi dari sebuah jurnal. Oleh
karena itu, untuk menghasilkan karya yang bisa terindeks Scopus bukanlah hal
yang mudah.
Senin, 11 November 2024 Program Studi S1 Kebidanan Fakultas
Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar kegiatan Pelatihan
Publikasi untuk Meningkatkan Pemahaman Strategi Publikasi dalam Menembus Jurnal
Internasional Bereputasi
(https://s1kebidanan.fk.unesa.ac.id/post/pelatihan-publikasi-untuk-meningkatkan-pemahaman-strategi-publikasi-dalam-menembus-jurnal-internasional-bereputasi).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan lembaga pendampingan publikasi yang
sudah berpengalaman yaitu KLINIKJURNAL
(https://klinikjurnal.com/). Berikut tips dan trik publikasi paper untuk
menembus jurnal terindeks Scopus yang sudah dirangkum dari kegiatan tersebut.
1.
Mempersiapkan paper dengan baik
Paper sebagai
luaran hasil penelitian maupun pengabdian harus dipersiapkan dengan baik jika
ingin tembus di jurnal terindeks Scopus. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain judul dibuat
semenarik mungkin, tunjukkan kebaruan (novelty) dari penelitian,
penulisan abstrak dengan jelas, gunakan metode yang detail, dan gunakan
referensi terbaru. Selain itu, visualisasikan data dan gambar dengan
bagus, detail dan tajam hingga gambar bisa berbicara tanpa perlu banyak
penjelasan.
Hal yang tak kalah penting adalah menulis paper sesuai
guideline (aturan penulisan) yang telah ditentukan oleh jurnal tujuan.
2.
Mencari jurnal target yang kredibel
Pencarian jurnal ini merupakan tahap
yang penting agar penulis tidak terjebak pada jurnal predator yang tidak diakui
dan kredibilitasnya dipertanyakan. Oleh karena itu, cari jurnal target di website
resmi Scopus (https://www.scopus.com), Springer (https://www.springer.com/)
atau Web of Science Master Journal List (https://mjl.clarivate.com/). Tips lain
mengenai pencarian jurnal adalah cari jurnal di bawah naungan penerbit (publisher)
universitas karena sudah pasti aman dan bebas predator. Pastikan jurnal yang
ditemukan sudah dicek masa berlaku akreditasinya, apakah jurnal tersebut masih
berlaku atau tidak. Pengecekan dapat dilakukan di database Scopus (pada menu Sources).
3.
Mencari jurnal target yang tepat sasaran
Pencarian
jurnal target yang tepat sasaran dapat menggunakan website yang disediakan oleh
publisher jurnal kredibel, seperti journal finder elsevier (https://journalfinder.elsevier.com/),
journal guide (https://www.journalguide.com/), journal finder wiley
(https://journalfinder.wiley.com/) dan lain sebagainya. Setelah menemukan
jurnal yang tepat, perhatikan scope (bidang kajian) dari paper kita.
4.
Hindari plagiarisme, gunakan parafrase
Sekarang ini tools
untuk parafrase sangat banyak mulai dari yang gratis hingga yang berbayar,
contohnya Quillbot, Grammarly, Enago, Scispace hingga tools AI lainnya.
Usahakan paper ditulis mempunyai tingkat plagiasi maksimal 10%.
5.
Membangun komunikasi yang baik dengan editor jurnal
Gunakan bahasa yang baik dan sopan untuk berkomunikasi dengan editor. Follow up sebulan sekali ke editor jika editor tak kunjung memberikan respon dalam waktu yang lama. Hal ini agar email yang kita kirim tidak dianggap sebagai spam jika terlalu sering mengirim email ke editor jurnal untuk menanyakan progressnya.