Dosen kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut memeriahkan acara Forum Dekan Ex-LPTK yang diadakan di Hotel Westin Surabaya. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi ajang kolaborasi dan kebersamaan antar-dekan fakultas eks-LPTK dari seluruh Indonesia. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pertunjukan linedance dari para dosen kebidanan Unesa, yang menampilkan dua tarian khas Surabaya. Mengusung tema tarian "Suroboyo", dosen kebidanan membawakan dua lagu ikonik, yaitu "Rek Ayo Rek" dan "Semanggi Suroboyo", yang menggambarkan semangat dan budaya lokal Surabaya. Dengan gerakan dinamis dan kompak, para dosen berhasil menyampaikan nuansa khas Surabaya melalui tarian yang penuh semangat, sambil tetap menjaga unsur tradisional. Penampilan linedance ini disambut hangat oleh para peserta forum, yang terdiri dari dekan-dekan dan tamu undangan dari berbagai institusi pendidikan eks-LPTK. Dengan kreativitas dan kekompakan, dosen kebidanan Unesa tidak hanya berperan aktif dalam bidang pendidikan, tetapi juga berkontribusi dalam mempromosikan budaya lokal melalui seni tari. Melalui partisipasi ini, para dosen kebidanan Unesa berharap dapat terus mendukung acara-acara kebudayaan dan pendidikan, serta menjadi bagian dari promosi warisan budaya Surabaya di tingkat nasional.