Delapan Dosen Kebidanan Unesa Tembus Publikasi Scopus melalui ICBISH 2026, Perkuat Kontribusi Riset terhadap SDGs
Surabaya,
September 2026 - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Program Studi S1
Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri
Surabaya (Unesa). Sebanyak delapan dosen Kebidanan Unesa berhasil menembus
publikasi internasional melalui The 1st International Conference on Biomedical
Innovation for Sustainable Health (ICBISH) 2026, dan artikel ilmiah yang
dihasilkan telah diterbitkan dalam Bio Web of Conferences, prosiding ilmiah
yang terindeks Scopus.
Capaian
ini menjadi salah satu bentuk penguatan budaya akademik dan riset di lingkungan
Prodi Kebidanan Unesa, khususnya dalam mendorong dosen untuk menghasilkan karya
ilmiah yang tidak hanya dipublikasikan pada forum internasional, tetapi juga
memiliki keterkaitan dengan isu kesehatan dan pembangunan berkelanjutan.
ICBISH
2026 diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya pada
8–9 Agustus 2026 di Surabaya dengan tema “Biomedical Innovation Driving
Sustainable Health”. Konferensi ini menjadi forum akademik bagi peneliti,
klinisi, akademisi, dan tenaga kesehatan untuk mendiseminasikan penelitian dan
inovasi bidang biomedis yang mendukung pembangunan kesehatan berkelanjutan.
Artikel yang memenuhi proses seleksi dan penilaian ilmiah dipublikasikan dalam Bio
Web of Conferences yang terindeks Scopus.
Selaras
dengan Scope ICBISH
Keterlibatan
dosen Kebidanan Unesa dalam ICBISH sejalan dengan ruang lingkup konferensi yang
mencakup empat bidang utama, yaitu:
- Fundamental
Biomedical Sciences, yang mencakup penelitian dasar dan translasi mengenai
mekanisme biologis dan fisiologis yang mendasari kesehatan dan penyakit.
- Biomedical
Education and Innovation, yang berfokus pada strategi pendidikan,
pengembangan kurikulum, serta pendekatan inovatif dalam pendidikan ilmu
biomedis dan kesehatan.
- Clinical
Research and Evidence-Based Medicine, yang mencakup penelitian klinis dan
terapan untuk meningkatkan pelayanan serta luaran kesehatan melalui
praktik berbasis bukti.
- Interdisciplinary
Approaches in Biomedical for Health Sustainability, yang menekankan
integrasi ilmu biomedis dengan berbagai disiplin dan sektor untuk
mendukung sistem kesehatan yang berkelanjutan.
Ruang
lingkup tersebut memiliki keterkaitan yang erat dengan bidang kebidanan yang
bersifat multidimensional, mulai dari kesehatan reproduksi, kesehatan ibu dan
anak, pendidikan kesehatan, pelayanan klinis, hingga pengembangan inovasi yang
dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Dengan
demikian, publikasi dosen Kebidanan Unesa melalui ICBISH tidak hanya menjadi
capaian dalam aspek publikasi ilmiah, tetapi juga menunjukkan kemampuan sivitas
akademika untuk membawa isu-isu kebidanan ke dalam forum ilmiah internasional
yang berorientasi pada sustainable health.
Memperkuat
Kontribusi terhadap SDGs 3: Good Health and Well-Being
Capaian
publikasi ini secara langsung berkaitan dengan Sustainable Development Goal
(SDG) 3: Good Health and Well-Being, yaitu tujuan pembangunan berkelanjutan
untuk memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua
pada seluruh kelompok usia.
Bidang
kebidanan memiliki posisi strategis dalam pencapaian SDG 3 melalui kontribusi
terhadap kesehatan perempuan, kesehatan ibu, bayi dan anak, kesehatan
reproduksi, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan berbasis bukti.
Publikasi
ilmiah yang dihasilkan dosen Kebidanan Unesa menjadi salah satu bentuk
kontribusi akademik dalam memperkuat basis pengetahuan dan evidence yang dapat
mendukung pengembangan pelayanan serta pendidikan kesehatan. Hal ini sejalan
dengan komitmen Unesa dalam mengintegrasikan aktivitas akademik dan riset
dengan agenda pembangunan berkelanjutan. SDGs Center Unesa secara khusus
menempatkan SDG 3 sebagai Good Health and Well-being dan mengembangkan pemetaan
kontribusi kegiatan akademik terhadap tujuan tersebut.
Kolaborasi
sebagai Penguat SDGs 17
Keberhasilan
publikasi internasional tersebut juga tidak terlepas dari pentingnya kolaborasi
dalam penelitian dan publikasi ilmiah. Hal ini berkorelasi dengan SDG 17:
Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya penguatan kemitraan
untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dalam
konteks perguruan tinggi, kemitraan akademik dapat diwujudkan melalui jejaring
peneliti, kolaborasi lintas bidang keilmuan, kerja sama institusi, serta
keterlibatan dalam forum ilmiah internasional. ICBISH sendiri dirancang sebagai
forum yang mempertemukan peneliti, akademisi, klinisi, dan profesional
kesehatan dalam pertukaran pengetahuan serta pengembangan inovasi kesehatan
berkelanjutan.
Semangat
kolaborasi tersebut sejalan dengan arah pengembangan Unesa yang menjadikan
kemitraan sebagai bagian penting dalam implementasi SDGs. SDG 17 – Partnerships
for the Goals secara eksplisit menjadi salah satu tujuan yang dipantau dalam
ekosistem SDGs Unesa.
Menguatkan
Keunggulan Unesa pada SDGs 4, 5, dan 8
Capaian
dosen Kebidanan dalam publikasi internasional juga dapat ditempatkan dalam
konteks kontribusi Unesa terhadap beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan
yang menjadi kekuatan institusi, khususnya SDG 4, SDG 5, dan SDG 8.
SDG
4 – Quality Education berkaitan erat dengan peran perguruan tinggi dalam
menyediakan pendidikan yang berkualitas, pengembangan kompetensi akademik,
serta peningkatan kapasitas pendidik dan peneliti. Aktivitas penelitian dan
publikasi internasional dosen menjadi bagian dari ekosistem akademik yang
mendukung penguatan mutu pendidikan tinggi.
Sementara
itu, bidang kebidanan memiliki keterkaitan kuat dengan SDG 5 – Gender Equality.
Kebidanan berfokus pada berbagai aspek kesehatan perempuan sepanjang siklus
kehidupan dan turut berkontribusi terhadap peningkatan akses, pengetahuan,
pemberdayaan, serta kualitas kesehatan perempuan. Penguatan penelitian di
bidang kebidanan menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik terhadap isu
kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.
Adapun
SDG 8 – Decent Work and Economic Growth dapat dikaitkan dengan pengembangan
sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Peningkatan kapasitas dosen
melalui penelitian dan publikasi internasional turut mendukung pengembangan
kompetensi akademik dan profesional yang menjadi bagian dari ekosistem
pendidikan tinggi.
Komitmen Unesa pada ketiga tujuan tersebut juga tercermin dalam capaian THE Sustainable Impact Rankings 2026, ketika Unesa tercatat berada pada kelompok 101–200 dunia untuk SDG 4, peringkat 38 dunia untuk SDG 5, dan kelompok 201–300 dunia untuk SDG 8. Delapan Dosen, Satu Semangat untuk Riset Berkualitas. Keberhasilan delapan dosen Kebidanan Unesa dalam menghasilkan publikasi pada prosiding internasional terindeks Scopus menjadi momentum untuk terus membangun budaya riset yang produktif, kolaboratif, dan berdampak.
Capaian ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan keilmuan kebidanan tidak hanya berorientasi pada penguatan praktik profesi, tetapi juga pada pengembangan evidence, inovasi kesehatan, pendidikan, serta kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui peningkatan kualitas penelitian, publikasi internasional, jejaring kolaborasi, dan pengembangan inovasi di bidang kesehatan, Prodi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan FK Unesa terus berkomitmen mengambil bagian dalam membangun ekosistem akademik yang mendukung kesehatan masyarakat dan pencapaian Sustainable Development Goals. Delapan dosen, satu langkah bersama: memperkuat riset kebidanan, memperluas jejaring global, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kesehatan berkelanjutan.